Sahabat, kamu tahu gak kalau cuaca sangat mempengaruhi hasil pancinganmu? Pada umumnya setiap jenis ikan memiliki caranya sendiri, terutama dalam mencari makan. Sehingga ada jenis ikan yang cocok dipancing waktu kemarau dan ada juga ikan yang lebih mudah dipancing waktu musim hujan.

Mungkin Sahabat pernah dengar ada mitos bahwa ikan tertentu tidak mau makan ketika air keruh atau air sedang jernih, atau mungkin juga waktu musim hujan. Semua itu tidak sepenuhnya benar, namun memang faktor-faktor tersebut mempengaruhi aktifitas ikan dalam mencari makan dan mungkin memang menjadikan ikan sangat sulit untuk dipancing.

Mari kita bahas satu persatu faktor cuaca atau faktor apa saja yang mempengaruhi aktifitas ikan dalam mencari makan.

Hujan

Pertama, mari kita bahas tentang hujan. Mungkin para angler yang suka mancing di alam liar atau kolam akan menyesuakian teknik, umpan bahkan target mancing ketika hujan tiba. Apakah hujan mempengaruhi nafsu makan ikan? Tentu saja iya. Sebenarnya, hujan berpengaruh sangat kuat terhadap ikan baik secara pribadi maupun tidak langsung

Suhu

Hujan yang turun akan mempengaruhii suhu air, baik di alam liar seperti laut, danau, rawa, sungai ataupun kolam. Biasanya ketika musim hujan, suhu air akan menjadi hangat. Ikan termasuk hewan yang berdarah hambar atau disebut juga dengan istilah “poikiloterm”, yang merupakan hewan yang suhu tubuhnya mengikuti atau kurang lebih sama dengan suhu lingkungan sekitar ikan berada.

Suhu sangat mempengaruhi nafsu makan ikan dan umumnya ikan mencari air yang lebih hangat. Bagi pemancing pinggiran (mancing di pinggir laut atau pantai), mungkin sudah hafal bila pada musim hujan lebih mudah mendapatkan ikan dari pada musim kemarau karena air pada musim hujan cenderung lebih hangat.

Ketika kemarau dan air laut sangat dingin, umumnya pantai sepi dari pemancing pinggiran karena sangat sulit untuk mendapatkan ikan. Sebagai pola ikan giant trevally, ikan pari dan ikan surung akan lebih mudah dipancing ketika musim hujan tiba.

Saat hujan, suhu air di permukaan air dan di dasar air umumnya juga berbeda, terutama di air tenang seperti danau dan kolam. Ada jenis ikan yang memilih berada di dasar sungat dan ada juga yang malah beraktivitas di permukaan air mencari suhu yang lebih hangat, seperti ikan mas dan ikan nila. Maka dari itu kita harus menyesuaikan teknik yang akan kita gunakan untuk memancing, apakah pakai teknik dasaran atau ngambang.

Warna Air

Selain suhu, hujan juga mempengaruhi warna air. Saat hujan cukup deras, warna air menjadi sangat keruh. Saat sungai sedang banjir, para predator berkumpul di muara sungai untuk menanti ikan-ikan kecil yang hanyut terbawa arus. Untuk mancing ikan giant trevally ketika air di sungai sedang keruh lebih cocok pakai teknik dasaran karena saat air keruh ikan giant trevally cenderung berada di dasar air.

Angin

Angin mungkin membuat panas matahari yang menyengat menjadi tidak terasa. Namun bagi angler, angin yang terlalu kencang juga tidak disukai. Selain mempengaruhi lemparan, ikan juga cenderung tidak mau makan ketika angin sedang besar terutama ikan muara seperti ikan belanak.

Ombak

Pada umumnya bagi pemancing pinggiran, energi ombak yang kecil dan ombak yang tidak tinggi lah yang disukai karena baik ikan kecil dan besar mau makan umpan, selain itu lebih mudah menentukan titik lemparan, alasannya adalah ombak tidak terlalu mempengaruhi benang pancing dan timah pemberat.

Source: https://alzsh.blogspot.com/2012/07/begini-pengaruh-cuaca-terhadap-hasil.html